Bisnis

Ubah Kebiasaan Bermain Game, Sekelompok Pemuda di Rokan Hulu Buka Usaha Keripik Pisang

×

Ubah Kebiasaan Bermain Game, Sekelompok Pemuda di Rokan Hulu Buka Usaha Keripik Pisang

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2023 09 14 at 20.00.51 Ubah Kebiasaan Bermain Game, Sekelompok Pemuda di Rokan Hulu Buka Usaha Keripik Pisang

detakhukum.com, Kab.Rokan Hulu – Sekelompok pemuda desa Sontang, kecamatan Bonai Darussalam, kabupaten Rokan Hulu, Riau merubah kebiasaan bermain game dengan membuka usaha jenis olahan makanan kering keripik pisang.

Pengolahan keripik pisang dilakukan di rumah salah seorang pemuda bernama Zulkarnain.

Di depan Awak Media, Zulkarnain mengutarakan mengenai usaha yang dirintisnya belum lama.

“Awalnya kami berkumpul seperti biasa bermain game, lalu terpikir bagi kami untuk membuka sebuah usaha yang bisa menghasilkan uang dan kegiatan yang positif bagi kami”, jelas Zulkarnain Rabu (13/9/2023).

Baca juga:  Kapolres Rohul Patroli Mengecek Banjir Sambil Sosialisasi Pemilu 2024

“Setelah itu saya mengajak 4 orang teman yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), dan semuanya sepakat untuk membuka usaha keripik pisang”, ungkapnya.

WhatsApp Image 2023 09 14 at 20.00.52 Ubah Kebiasaan Bermain Game, Sekelompok Pemuda di Rokan Hulu Buka Usaha Keripik Pisang
Pemuda kreatif sedang mengupas pisang untuk membuat kripik

“Walaupun pertama kali kami sempat bingung untuk mencari modal awal dalam membuka usaha ini, namun tidak mengurangi niat kami untuk membuka usaha tersebut karena kami yakin setiap ada kemauan dan keinginan pasti akan ada jalannya”, tuturnya.

Baca juga:  Tak Berizin, Pasar Simpang Kambing Desa Teluk Sono Yang Berada di Atas Tanah Ahli Waris Nurdin Akan ditutup

Terkait varian rasa keripik pisang yang dibuatnya, Zulkarnain menjelaskan, “ada 2 varian rasa yang kami buat, misalnya ada rasa coklat, lumer dan balado”.

“Selanjutnya Keripik pisang kami jual di pasaran 1 kemasan rasa coklat lumer seharga 8.000 dan untuk 1 kemasan rasa balado seharga 10.000”, paparnya.

 Zulkarnain juga berharap, “semoga ada bantuan mesin potong dari pemerintah setempat dan modal agar bisa mengembangkan usaha tersebut menjadi lebih besar lagi”, katanya mengakhiri. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *